Judul: Better by Mistake
Penulis: Alina Tugend
Penerbit: Riverhead Books, NY, 2011
Manusia tak pernah luput dari kesalahan. Karenanya ketimbang berupaya keras menghindarinya, demi tampil tanpa cela, lebih baik kita berdamai dengan kesalahan. Hidup akan terasa lebih bahagia dan produktif.
*****
Tak ada manusia yang sempurna, manusia tempatnya salah dan khilaf. Pameo itu amat lekat dalam kehidupan kita. Orang tua dan para guru pun sering memberi petuah, “Kesalahan adalah guru terbaik, kita belajar dari kesalahan.” Namun pada prakteknya kita kerap mendapat hukuman jika melakukan kesalahan. Walhasil, kita menjadi takut salah dan berusaha keras menghindari kesalahan. Ketakutan berbuat salah ibarat pentungan yang menggantung di atas kepala, yang menghalangi kita mengambil resiko dan mau berikhlas hati bahwa kita adalah manusia yang memang tak sempurna.
Padahal dengan menerima dan mengidentifikasi kesalahan secara tepat, kita justru bisa mengambil manfaat darinya. Tak cuma manfaat untuk diri sendiri, namun juga keluarga, pekerjaan dan lingkungan di sekitar kita. Berapa banyak pasangan suami-istri yang merespon kesalahan dengan saling menyalahkan ketimbang mencari solusi, atau bersikap defensif dan menuduh bukannya meminta maaf dan memaafkan. Begitu pun dalam dunia kerja dimana kesalahan amatlah tabu, padahal ia bisa menjadi pertanda kreatifitas yang berhubungan erat dengan eksperimen dan inovasi.
Manusia, secara alamiah, memang akan bereaksi terhadap kesalahan yang dilakukannya. Tahun 1990, Dortmund University Jerman melakukan eksperimen psikologi menggunakan alat electroencepalograph (EEG), guna memonitor kinerja otak dalam merespon kesalahan. Ketika subjek memencet tombol yang salah, dalam waktu super singkat yakni 50-100 milidetik saja, EEG mencatat terjadinya penurunan potensi aktivitas listrik di bagian media frontal cortex, sebesar 10 mikrovolt. Area depan otak tersebut berfungsi sebagai pengawas kinerja manusia secara menyeluruh yang khusus memonitor input negatif, kesalahan, dan keputusan yang meragukan. Lanjut membaca →