Do What You Love

Mei 2007, tak terasa sudah 4 tahun aku menjadi jurnalis televisi di ANTV. Ini impianku. Saat memilih jurusan kuliah, 11 tahun lalu, cita-citaku menjadi seorang reporter televisi nasional.  Lalu semuanya berjalan begitu mudah, tanpa disangka-sangka aku lulus UMPTN di UI jurusan Ilmu Komunikasi. Selanjutnya aku pun mendapat beasiswa pelatihan jurnalistik televisi.

Berbekal pendidikan yang memadai, selepas kuliah, dunia pertelevisian dengan cepat aku sambangi. Namun untuk kesampaian menjadi seorang reporter televisi bukan sebuah kisah yang mulus, aku sempat tersandung, jatuh bahkan terjerembab. Namun Tuhan sungguh Maha Penyayang, toh akhirnya pekerjaan yang menurutku cool ini bisa juga aku raih.

Empat tahun perjalanan karirku sebagai jurnalis televisi sungguh berkesan. Aku mencintai dengan sepenuh hati pekerjaan ini. Menurutku inilah enaknya menjadi jurnalis: bepergian ke berbagai tempat di belahan dunia secara gratis, bertemu dan berkenalan dengan berbagai manusia dari beragam latar belakang dan kebudayaan, mempunyai akses menyaksikan dan mengalami aneka peristiwa bersejarah di negeri ini, sebut saja bencana tsunami di Aceh, gempa di Yogyakarta, teror bom, penangkapan teroris, letusan gunung Merapi dsb. Loh, kok peristiwanya mengerikan semua ya? Tapi buatku, justru disitulah kenikmatannya. Keistimewaan lain sebagai jurnalis, sedikit banyak, aku bisa berkontribusi terhadap masyarakat lewat informasi yang aku sajikan.

Disamping semua hal-hal enak yang aku sebut di atas, pekerjaan sebagai jurnalis tentu ada pula tak enaknya. Terutama soal ritme kerja yang tak ikut aturan normal. Jurnalis tidak kenal libur tanggal merah, bahkan saat Hari Raya. Jam kerjanya pun tak punya aturan baku, pasalnya siapa yang bisa memprediksi peristiwa. Para jurnalis dituntut punya fisik prima sebab seringkali dihadapkan pada medan liputan yang berat. Misalnya liputan banjir, bencana alam, arus mudik dsb. Untuk urusan ini aku agak keteteran. Alhasil setiap bulan ada saja hari-hari dimana aku absen masuk kantor karena sakit. “Maaf loh pak Korlip hehe…”   Meski begitu, sumpah mati, I love being a journalist.

Hingga pada Mei 2007, aku memutuskan berhenti dari perusahaan tempatku bekerja. Bukan perkara pekerjaannya, tapi pertimbangan hal lain. Soal kesempatan, masa depan dan sedikit unsur nekad. Tapi saat itu aku yakin, kalau toh ingin kembali ke dunia jurnalistik televisi pasti bisa, dan itu haruslah Metro TV.

Alhasil aku pun berubah status sebagai wirausahawan. Kalau dalam bahasa Inggris perbedaannya jelas: employee versus employer. Dalam hal income pun perbedaannya hitam putih: mendapat gaji versus memberi gaji. Kalau disebut modal nekad yah inilah aku, nihil pengalaman, modal pas-pasan pula.  Tapi aku punya semangat dan kesungguhan, ditambah dukungan keluarga maka maju jalan! Buatku bisnis ini ibarat my baby yang aku lahirkan, rawat dan besarkan. Butuh perjuangan, kesabaran dan ketekunan melakukannya. Sungguh bukan hal mudah. Tapi aku bisa melalui jatuh-bangun selama 3 tahun ini, semata-mata karena cinta… Ya, aku mencintai bidang bisnis ini : perawatan aromaterapi untuk kesehatan dan kecantikan. Sejak dulu aku tertarik dengan dunia kesehatan berbasis perawatan alami dan punya hobi ke salon.  Jadi klop lah sudah.

Aku punya mimpi untuk bisnisku, suatu saat ia akan menjadi besar dan bermakna. Saat ini, sepertinya masih jauh panggang dari api. Entah pula akan terwujud atau tidak. Tapi manusia tidak punya kuasa atas hasil, ia hanya bisa mengendalikan upaya. Maka teruslah berupaya dengan kesungguhan. Mungkin aku akan terantuk atau tersungkur, tapi aku pasti bangkit; it’s because I love what I do!

Iklan

2 pemikiran pada “Do What You Love

  1. Wah, aku suka tulisan ini. Man jada wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil ! Seorang gadis kecil dengan semburat merah di pipi berjuang untuk menggenggam nasibnya sendirian. Semoga tercapai semua asa ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s