The Famous ‘Sang Alkemis’

Great book! Pujianku untuk novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Ini karya fiksi yang terjual lebih dari 30 juta eksemplar di seluruh dunia, dan telah dialihbahasakan dari teks aslinya yang berbahasa Portugis berjudul O Alquimista. Aku bukan pecinta novel, sebab lebih menggemari karya-karya non-fiksi. Namun berhubung banyak yang menyarankan membacanya, kupikir aku harus tahu seperti apa karya yang mendunia itu. Beberapa teman mengaku terkesan dengan hikmah yang mereka peroleh setelah membaca buku ini.

“Jangan mengikuti standar kesuksesan dan kebahagiaan orang lain, karena masing-masing punya legenda pribadinya sendiri,” kata Elvi Astuti.

“It’s about follow your passion, your choice at the first hand and reach your own dream,” kata Fahri Salam.

“Orang belum baca The Alchemist belum sah filosofi hidupnya,” kata Liesda Damayanti.

Nah, kalau sudah begitu siapa yang ngga akan dibuat penasaran hayo?

Esoknya aku mencari novel itu di toko buku, tapi stoknya kosong. Beruntung akhirnya aku bisa mendapat pinjamannya. Seperti biasa 🙂

Novel ini tentang spiritualitas, bahwa alam semesta beserta isinya bergerak dalam keniscayaan hukum alam dibawah kendali Sang Pencipta. Manusia adalah bagian dari alam semesta, karena itu ia pun bergerak dalam konstelasi kosmik yang terkait satu-sama lain. Ini adalah pesan yang menggambarkan hal tersebut, “Saat kamu begitu menginginkan sesuatu maka segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya.”

Buku ini bicara soal bagaimana seseorang harus berjuang menemukan legenda pribadinya, sebab setiap orang hadir di dunia dengan membawa misi masing-masing. Yang menarik, buku ini menyadarkan kita bahwa banyak orang pelan-pelan melupakan impiannya disebabkan daya misterius. Seiring berjalannya waktu daya misterius itu mulai menggerogoti keyakinan manusia untuk mewujudkan legenda pribadinya, semata-mata karena diri mereka sendiri yang membiarkan jiwa dan kehendaknya dilemahkan. Ini masuk akal, karena jalan mencapai legenda pastinya bukan proses mudah, banyak yang memutuskan berhenti di tengah jalan. Coba simak apa kata Sang Alkemis tentang ini, “Sebelum sebuah mimpi terwujud, Jiwa Buana menguji semua yang telah dipelajari di sepanjang perjalanan. Ia melakukan hal ini bukan karena jahat, tapi supaya kita mampu menguasai pelajaran-pelajaran yang kita pahami saat bergerak menuju mimpi itu. Itulah titik saat kebanyakan orang menyerah. Itulah titik, dalam bahasa gurun, saat orang mati kehausan ketika pohon-pohon palem sudah terlihat di cakrawala.”

Kisah Sang Alkemis kaya makna hidup. Berikut ini adalah salah satu bagian yang paling aku sukai, “Setiap pencarian dimulai dengan kemujuran pemula, dan setiap pencarian berakhir dengan kemenangan yang telah melewati ujian berat.” Buatku kalimat ini menggambarkan esensi resep menjalani kehidupan, yakni kombinasi kemurahan hati Sang Pencipta dan upaya manusia bersangkutan. Lantas kalimat di atas masih disambung dengan kalimat ini, “Si bocah teringat pepatah kuno dari negerinya bahwa masa tergelap di malam hari adalah saat menjelang fajar.” Ini memberi semangat untuk terus berjuang sampai titik akhir meski hambatan datang silih-berganti. Bahkan di saat hambatan yang teramat berat, karena di situ pertanda kita semakin mendekat pada kemenangan.

Legenda pribadi adalah jalan hidup yang sudah tersurat cerita lengkap dan akhirnya. Itu proses  seumur hidup. Berisi jatuh-bangun dan pembelajaran silih-berganti, yang harus dilalui pelakonnya untuk mencapai  impian-impiannya.  Manusia tidak sendiri dalam perjalanan menuju legenda pribadi itu, ia bergerak dalam keniscayaan hukum alam semesta yang mengirimkan pertanda Sang Pencipta. Maka perhatikan sekeliling dan dengarkan hati yang akan memandu kita sampai kesana.

Meski menjanjikan akhir bahagia, toh tidak semua orang mau menjalaninya. Mengapa? Sederhana saja, sebab itu bukan jalan mudah. Alhasil, di dunia ini kita bisa melihat ada orang yang berhasil dan gagal, dan itulah yang membuat perbedaan.

Namun perlu diingat, legenda pribadi berlaku individual, sehingga ukuran keberhasilan tiap orang akan berbeda-beda. Tugas kita adalah mencari legenda pribadi kita masing-masing.

Iklan

Satu pemikiran pada “The Famous ‘Sang Alkemis’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s