Matriks Nilai Pria Idaman

Tampilan Pria Koleris

Tampilan Pria Koleris

Bagaimana sih kriteria seorang pria idaman itu?

Ini mungkin sebagian diantaranya; Tampan, tinggi, atletis, macho, bertanggung jawab, pekerja keras, setia, penyayang, mapan, kaya, punya jabatan –minimal manager, sukur-sukur direktur atau komisaris– dan berasal dari keturunan ningrat atau konglomerat. Maaf, agak too much ya? Hehehe…

Tapi aku yakin, tidak ada perempuan, yang cukup waras, yang mempunyai profil pria idaman seperti itu. Jika pun ada, agaknya dia siap ambil resiko melajang seumur hidup 😉

Ini hanya tulisan iseng saja. Meski judulnya berbau istilah ilmiah, tapi jangan banyak berharap soal akurasi apalagi validitas.  Maklum, semua variabelnya hanya mengacu pada secomot pengalaman, sejumput perasaan dan segenggam imajinasi. Nah, melihat proporsinya, lumrah kalau analisanya mungkin rada ngawur, wong porsi imajinasinya paling banyak 😀

Setidaknya, ada tiga variabel kriteria pria idaman di mata perempuan, yakni aspek materi, fisik dan kepribadian.

Materi Fisik Kepribadian
Uang, rumah, mobil, saham, deposito, warisan, silsilah keluarga/keturunan, pendidikan, pekerjaan, jabatan dsb. Ketampanan, bentuk tubuh, warna kulit, rambut, vitalitas, ras dsb. Bertanggung jawab, jujur, pekerja keras, setia, baik hati, sabar, rendah hati, cerdas, humoris, pendiam, bijaksana, fun, adventurer, cuek, supel, penyayang, serius dsb.

Berpijak pada realitas, perempuan pun menyadari tak ada manusia yang sempurna, sehingga sederet kriteria pria idaman itu hanya ada di alam angan-angan. Prakteknya, proses menyeleksi dan memilih akan berfokus pada  tiga, empat atau lima kriteria utama saja. Selain itu, kriteria pria idaman pun bersifat dinamis, seiring usia perempuan bersangkutan. Sebab, apa yang dianggap penting  di masa ABG, belum tentu penting ketika ia dewasa, pun saat ia semakin matang, prioritas dan urgensinya akan berubah.

Tampilan Pria Sanguinis

Perempuan remaja cenderung mengutamakan aspek fisik saat memilih pujaan hati. Ini terkait gengsi dan status di dalam peer group nya. Masih ingat dong bagaimana sewaktu ABG dulu, salah satu gosip terhangat pasti soal teman cowok paling kece di sekolah. Meski begitu, aspek materi dan kepribadian tentu tetap punya daya tarik, tapi dengan skor lebih rendah. Beranjak dewasa, aspek kepribadian mulai naik skornya, menjadi seimbang atau bisa jadi mengungguli aspek fisik. Ini terkait dengan kebutuhan intelektual dan emosional si perempuan yang semakin berkembang. Lantas semakin matang usia perempuan, giliran aspek materi yang naik skornya, beriringan dengan aspek kepribadian, sementara aspek fisik cenderung turun. Ini lantaran perempuan mencari sosok pria ideal sebagai suami dan kepala keluarga. Alhasil, pertimbangan rasionalnya adalah soal kemampuan menafkahi dan membina keluarga.

Tampilan Pria Phlegmatis

Tentu saja skor ketiga variabel itu akan bervariasi pada tiap individu, tergantung preferensi perempuan bersangkutan. Namun di luar semua uraian ngalor-ngidul aku tersebut, masih ada variabel – X yang besarannya sulit dikalkulasi. Pasalnya, komponen-komponen pembentuk variabel – X ini sulit dijabarkan, malahan definisinya pun kerap membingungkan. Itu adalah cinta. Nah, kalau cinta sudah ikut campur, segala rumus dan hitungan baku bisa mendadak amburadul. Anda pun mungkin tahu bagaimana rasanya.

Tak peduli sang pria minim variabel fisik, miskin variabel kepribadian, atau minus variabel materi, kalau cinta sudah bicara yang lainnya lantas jadi ngga penting.

Tampilan Pria Melankolis

Ini ada lagunya lho, “Bertahan satu cinta, bertahan satu C-I-N-T-A……”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s