Untukku yang Sedang Berlatih Bersabar

A letter from mom and dad

…My child,

When I get old I hope you understand and have patience with me
In case I break a plate or spill soup on the table, because I’m losing my eyesight
I hope you don’t yell at me
Older people are sensitive… Always having self pity when you yell

Barisan kata-kata indah itu mengalir bersama alunan musik piano nan syahdu, dalam sebuah video yang dikirim seorang teman melalui jejaring facebook. Lambat-lambat, muncul wajah seorang wanita renta yang kontan mengingatkanku pada sosok ibu. Alhasil, semuanya itu sukses membuatku tersedu. Awalnya hanya dibuat berkaca-kaca, namun ketika terus membaca kalimat demi kalimat lanjutannya… Huhuhu… ngga kuaaat!!

When my hearing get worse, and I can’t hearing what your are saying
I hope you don’t call me deaf! Please repeat what you’re saying or write it down
I’m sorry my child, I’m getting older

When my knees are getting weaker, I hope you have the patience to help me get up
Like how I used to help you while you were little, learning how to walk
Please bear with me

When I just keep repeating myself  like a broken record
I hope you just keep listening to me
Do you remember when you were a little and you wanted a balloon?
You repeated yourself over and over, until you got what you wanted

And if you have spare time, I hope we can talk even for a few minutes
I’m always all by myself all the time and have no one to talk to

I know you’re busy with works

Even if you’re not interested in my stories, please have time for me
Do you remember when you’re a little?
I used to listen to your story about your teddy bear

Buatku video ini, lagi-lagi, mengingatkanku untuk bisa menjadi pribadi yang lebih bersabar, apalagi pada ayahku. Beliau kini orangtuaku satu-satunya, sementara ibu telah dipanggil-Nya pada 15 tahun silam.

Ayahku adalah sosok pribadi yang keras. Waktu kecil, kami anak-anaknya pun dididik dengan pola asuh keras. Jika kami nakal, hukuman bisa berupa hardikkan maupun pukulan. Hmmm… kelakuan anak kecil memang kerap mengesalkan. Aku contohnya, pernah menyetel radio dengan suara keras di saat semua orang sedang tidur siang, pernah pula menangis menjerit-jerit sambil melempar barang-barang saat keinginanku tak dipenuhi. Menjadi orang tua memang harus punya kesabaran seluas samudra.

Seiring waktu, semakin menua, sifat kerasnya semakin melunak. Meski begitu, karakter ayahku yang keras tetap saja awet sampai kini. Hanya saja ia bisa lebih bijaksana menghadapi kelakuan anak-anaknya.

Sesekali kami, anak-anaknya, terlibat argumen dengannya. Ini kerap disebabkan oleh perbedaan cara pandang dalam melihat suatu persoalan. Jika kakak-kakakku yang lain memilih sikap mengalah atau diam, aku adalah anak bungsunya yang paling sering beradu argumen. Ini jika aku merasa aku benar loh, tapi kalau salah aku akan serta-merta mengakuinya.

Tapi kini, ah… rasanya tidak penting menjadi benar atas pendapat seorang ayah. Salah satu kakak perempuanku sering menasehati, “Ya sudah, papah memang begitu. Mau gimana lagi, kita maklumi saja.” Kakakku itu memang guruku belajar kesabaran.

Video ini kontan mengingatkanku untuk terus belajar agar bisa semakin bersabar. Betapapun mengesalkannya, tak ada guna berdebat dan membantah orang tua. Bersabar, berbakti dan menyayanginya, sepertinya itu jauh lebih penting.  Sebelum semuanya menjadi terlambat…

When the time comes and I get ill and bedridden
I hope you have the patience to take care of me
I’m sorry, if I accidentally wet the bed or make a mess
I hope you have the patience to take care of me during the last few moments of my life
I’m not going to last much longer, anyway

When the time of my death comes
I hope you hold my hand and give me the strength to face death
And don’t worry, when I finally meet our Creator
I will whisper in his ear to bless you
Because you loved your mom and dad
Thank you so much for your care

We love you, with much love mom and dad


Iklan

2 pemikiran pada “Untukku yang Sedang Berlatih Bersabar

  1. kurang lebih sama bu. aku kadang adu argumen dg bapak. bukan krn kami punya perbedaan pendapat, tp karena aku punya harapan yg besar pada sosoknya. kurasa aku merindukan sosoknya dulu saat masih muda dan kuat yang selalu kukagumi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s