Ini Antara Kau dan Tuhanmu, Bukan Mereka

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.
Pada akhirnya, ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu;
Bukan urusan antara engkau dan mereka.

Ini adalah secuplik ucapan Bunda Theresa yang sangat aku suka. Lengkapnya, ada sekitar 9 paragraf tentang bagaimana cara terbaik menyikapi kehidupan ini. Kalau ingin tahu, silahkan klik menu Catatan Kecil – Eternal Guidance di bilah sisi blog ini.

Intinya, segala tindakan kita dalam hidup selayaknya bukan lantaran mengharap penghormatan, ketenaran, puja dan puji orang lain, ataupun sebaliknya, menghindari caci-maki, pengkhianatan dan kedengkian orang lain. Sebab bagaimana pun, itu adalah urusan antara dirimu dan Tuhanmu, bukan dengan manusia. Maka berikan yang terbaik dari dirimu.

Hari-hari belakangan ini, aku dihadapkan pada banyak situasi, peristiwa dan manusia yang menguji kesabaran dan mentalitasku. Tapi dalam pemahamanku, segala ujian itu pada akhirnya bertujuan menempa kualitas diri kita supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Ibarat sekolah, ujian merupakan prasyarat kita agar bisa naik kelas. Nah,  dengan mindset itu aku terkadang malah bisa dibuat bersemangat menyongsong kendala, masalah dan segala macam keruwetan yang tiba-tiba ngejogrok di depan mata tanpa permisi.

Pernahkah kamu berdoa memohonkan kesabaran? Menurutmu, bagaimana cara Tuhan akan mengabulkan doamu itu?

Bisa jadi begini, Ia akan memberimu berondongan peristiwa, situasi atau manusia yang super betein bin ngeselin yang akan menguji kesabaranmu. Sebab ujian itulah yang akan menempamu untuk bisa menjadi orang yang sabar, seperti doamu itu.

Satu lagi, selama kita belum tuntas melewati suatu ujian maka sepanjang hayat kita akan selalu dibuat kembali berhadapan dengan masalah yang sama. Selama kita belum memperbaiki diri, ia akan datang dan datang lagi. Kehidupan memang punya hukum dan aturannya sendiri.

Saat kamu dibuat kesal lantaran kelakuan seseorang atau sebuah peristiwa, yang penting buat kamu sebetulnya bukanlah ulah orang atau peristiwa yang nyebelin tersebut, melainkan bagaimana caramu menyikapi hal itu. Jika kamu bisa bersikap baik, bahkan dalam seburuk-buruknya kondisi, maka kamu mendapat manfaat dari kejadian itu, namun jika tidak maka kamu merugi.

Segala peristiwa dan manusia-manusia di sekitar kita hanyalah tools Tuhan untuk menguji dan menempa kita agar menjadi pribadi yang semakin baik.

Jadi, ini semata-mata urusan antara engkau dan Tuhanmu; bukan antara engkau dan mereka.

Iklan

2 pemikiran pada “Ini Antara Kau dan Tuhanmu, Bukan Mereka

    • Diang sayang, peristiwa soal cela-mencela agama dulu itu memang juga bikin kupingku panas..
      Tapi tulisan ini lahir di masa-masa “rush days” tensi antara bisnis, pekerjaan dan keluarga.

      Trims dian, semoga bermanfaat seperti halnya untuk gue juga di saat meresapi kata-kata bunda theresa ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s