Kulitmu Cermin Sehatmu

Ungkapan don’t judge the book by its cover agaknya tidak berlaku untuk kesehatan tubuh kita. Dalam ilmu kesehatan, kulit sebagai pembungkus terluar justru menjadi cerminan kondisi organ-organ di dalamnya. Berbagai penyakit yang diderita seseorang juga bisa diketahui lewat kondisi dan warna kulitnya. Aromaterapi dapat menjadi salah satu cara alami untuk merawat kulit.

*****

Coba Anda cermati sejumlah produk perawatan kulit yang dijual di pasaran, selain ‘janji’  melembutkan, melembabkan atau mengencangkan kulit, banyak diantaranya yang memberikan iming-iming bisa memutihkan. Padahal putih hitamnya kulit bukan menjadi ukuran kesehatan kulit, melainkan cuma urusan penampilan.

Memiliki kulit yang sehat tentunya jauh lebih penting. Dr. Julia Satya Karmendra, spesialis kulit, menjelaskan kulit merupakan cerminan kesehatan tubuh secara menyeluruh, baik kesehatan fisik maupun emosi. “Seseorang yang sedang marah wajahnya tampak memerah, saat ketakutan ia menjadi pucat atau ketika panik lantas berkeringat,” ujar Dr. Julia.

Sementara dokter ahli kulit kenamaan asal AS, Howard Murad, dalam bukunya “Sehat dan Awet Muda dengan Makan Air” mengatakan kulit adalah cermin organ jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Contoh klasiknya adalah warna kuning pada kulit ketika organ hati bermasalah, wajah berwarna merah yang menandakan masalah jantung, atau kulit bengkak yang menandakan gangguan ginjal. “Penyakit-penyakit seperti asma, gagal ginjal atau liver juga bisa diketahui dari kondisi kulitnya,” ujar Dr. Julia.

Kulit adalah organ terluas, mencakup dua pertiga bagian tubuh, sekaligus organ terluar yang berfungsi melindungi tubuh. Ia merupakan pertahanan tubuh terdepan dari bahaya bahan patogen dan kimia, radiasi ultra-violet dan benturan fisik. Selain itu, kulit pun berfungsi mengatur suhu tubuh, dengan cara mengeluarkan atau menahan cairan di dalam tubuh melalui keringat, dan sebagai indera peraba. Kulit yang sehat mempunyai ciri-ciri antara lain elastis, kenyal, warna kulit yang merata dan merona.

Menurut Dr. Julia, cara memiliki kulit yang sehat sebetulnya sederhana yakni menjaga asupan gizi yang seimbang, berolah raga teratur, tidur cukup dan senantiasa menjaga kebersihan kulit.

Kulit, layaknya organ dan jaringan tubuh lain, juga memerlukan asupan vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak yang berfungsi menutrisi kulit. Sementara olah raga bermanfaat membuang sisa-sisa metabolisme yang tersimpan di bawah kulit lewat keringat, sedangkan tidur adalah saat dimana tubuh meregenerasi seluruh sel dan jaringan.

Selain itu, Dr. Julia juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga kebersihan kulit dengan mandi teratur, dua kali setiap hari, menggunakan sabun yang lunak. “Tidak perlu memakai medicated soap karena zat aktifnya bisa beresiko menimbulkan alergi,” ujar Dr. Julia. Jangan lupa, minum air putih 2 liter setiap hari untuk menjaga kelembaban kulit, namun apabila melakukan aktivitas yang berkeringat konsumsilah air lebih banyak.

Kosmetik dan Suplemen

Tips memiliki kulit yang sehat pada prinsipnya sama dengan cara memperoleh tubuh yang sehat. Masuk akal, sebab kulit disebut sebagai cerminan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Namun pola hidup kebanyakan masyarakat moderen yang serba instan dan suber sibuk justru jauh dari gaya hidup sehat. Kerap mengkonsumsi makanan junk food yang kaya lemak dan minim serat, kurang berolah raga dan istirahat. Belum lagi polusi dan paparan radiasi ultra-violet yang mengganas serta deraan stres,  semakin memberi tekanan pada kulit.

Maka pada kondisi tertentu penggunaan produk kosmetik perawatan dan suplemen diperlukan. Produk seperti pelembab atau tabir surya bermanfaat melembabkan kulit dan melindunginya dari paparan sinar ultra-violet. Sementara suplemen yang mengandung antioksidan baik dikonsumsi untuk menangkal radikal bebas.

Namun Dr. Julia mengingatkan bahwa memiliki kulit sehat sebetulnya tidak perlu mahal. “Sekarang banyak produk antioksidan, cuma harganya cukup mahal. Padahal dengan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah sudah cukup. Lalu kalau bepergian di bawah terik matahari pakai payung atau topi. Itu semua cukup, more than enough,” ujarnya mantap.

Kebiasaan memakai make-up juga membuat perlunya penggunaan produk kosmetik perawatan kulit. Sebab kosmetik tata rias mengandung bahan-bahan kimia yang bisa berefek samping terhadap kulit sehingga perlu pembersihan dan perawatan ekstra. Menurut Dr. Julia, kombinasi perawatan secara fisik dan kimia akan membersihkan kulit secara maksimal. Perawatan secara kimia yakni dengan memakai produk kosmetik atau sabun, sedangkan secara fisik dengan menggosok tubuh menggunakan waslap atau spons. Menjaga kebersihan tubuh merupakan salah satu kunci memiliki kulit yang sehat.

Lavender Si Perawat Kulit

Alam menyediakan banyak bagi manusia, termasuk untuk merawat kulit. Nenek moyang kita secara tradisional merawat kesehatan dan kecantikan kulitnya dengan berbagai ramuan dari tetumbuhan berupa lulur, mangir, boreh, bedak dingin, mandi kembang dan sebagainya.

Perawatan alami lainnya untuk merawat kulit adalah dengan aromaterapi, menggunakan minyak esensial dari tumbuhan. Aromaterapi amat baik untuk merawat kulit. Bahkan asal muasal aromaterapi moderen diawali dengan penemuan khasiat minyak lavender untuk mengobati luka bakar, oleh seorang ahli kimia asal Prancis, Rene-Maurice Gattefosse.

Suatu hari, pada tahun 1928, laboratorium wewangian tempat dimana Rene sedang bekerja tiba-tiba meledak hingga menyebabkan tangannya terbakar. Saat itu, di dekatnya ada sebuah wadah cairan maka secara refleks ia memasukkan tangannya ke dalam wadah tersebut. Selang beberapa waktu, luka bakar di tangannya itu sembuh tanpa meninggalkan bekas. Belakangan diketahui wadah itu berisi minyak lavender. Lantaran takjub akan khasiatnya, Rene pun mengabdikan sisa hidupnya untuk meneliti khasiat dan efek pengobatan minyak esensial. Pada masa Perang Dunia I, ia membantu mengobati para prajurit yang terluka dengan menggunakan minyak esensial.

Minyak lavender adalah jenis minyak esensial yang vital dalam aromaterapi lantaran kandungannya yang begitu kaya khasiat. Minyak esensialnya diambil dari bagian bunga tumbuhan Lavandula angustifolia yang beraroma segar, campuran antara aroma bunga dan kayu.

Minyak lavender dapat langsung dioles ke kulit, tanpa perlu diencerkan, guna mengobati luka teriris atau terbakar. Ia juga baik digunakan untuk perawatan semua jenis kulit lantaran kandungannya yang bermanfaat meregenerasi sel-sel kulit.  Khasiat lainnya adalah menyeimbangkan kadar minyak di kulit, membersihkan dan membuang sisa metabolisme dari lapisan kulit, serta dapat mengobati penyakit kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriasis.

Praktisi aromaterapi holistik, Rina Poerwadi, menjelaskan saat minyak esensial dioleskan ke permukaan kulit maka minyak akan diserap kulit lewat pori-pori melalui lapisan epidermis, dermis dan lapisan lemak. Selanjutnya minyak esensial akan diserap oleh pembuluh darah yang menjadi jalur perjalanan pengobatan memakai minyak esensial.

Selain minyak lavender, masih banyak minyak esensial lainnya yang kerap dipakai untuk merawat kulit diantaranya tea tree, kanuka, manuka, geranium, palmarosa, rose, chamomile blue, lemon, may chang dan sebagainya.  Jenis minyak esensial tersebut umumnya bermanfaat meregenerasi sel kulit, meringkas pori, anti jamur, antiviral dan anseptik.

Perawatan aromaterapi dapat dilakukan di rumah. Pertama-tama, pilih jenis minyak esensial yang sesuai dengan jenis kulit Anda, lalu siapkan campuran minyak aromaterapinya. Takarannya, 2-3 tetes minyak esensial dicampur ke dalam 10 ml minyak nabati untuk memijat kulit wajah, dan 15 tetes minyak esensial dalam 30 ml minyak nabati untuk tubuh.

Rina memberikan beberapa resep campuran minyak esensial sesuai jenis kulit. Perawatan kulit berjerawat misalnya, memakai minyak tea tree, manuka, kanuka dan lavender yang dicampur minyak jojoba. Kulit keriput memakai minyak lavender, rose dan frankincense yang dicampur minyak apricot, biji gandum dan evening primrose. Kulit berminyak sebaiknya memakai minyak may chang yang dicampur minyak biji anggur. Sementara kulit kering memakai minyak palmarosa, rose dan manuka yang dicampur dalam minyak sweet almond.

Radikal Bebas Sebabkan Penuaan Dini

Perawatan aromaterapi paling tepat dilakukan sesaat setelah mandi atau berendam. Dalam buku “Aromaterapi Perawatan Alami untuk Sehat dan Cantik” karya Dr. Rachmi Primadiati dijelaskan bahwa sesudah mandi kulit menjadi lebih lembut, hangat, lembab dan sedikit membengkak, sehingga minyak esensial akan lebih cepat diserap. Oleskan minyak esensial yang telah dicampur minyak nabati pada seluruh tubuh setelah mandi, pagi dan malam hari, dengan memberi sedikit pijatan.

Selain minyak esensial, minyak nabati sebagai minyak pembawa juga punya peranan penting dalam perawatan aromaterapi. Minyak ini umumnya diperoleh dari kacang-kacangan atau biji.

Minyak nabati kaya mineral, vitamin dan protein yang dapat menutrisi kulit dan memiliki daya penetrasi yang baik menembus lapisan-lapisan jaringan kulit. Beberapa jenis minyak nabati, seperti evening primrose, apricot dan borage, juga mengandung asam gamma linoleat yang berkhasiat menjaga kelembaban, elastisitas, meredakan peradangan dan melindungi kulit dari sinar matahari. Sejumlah minyak nabati, seperti minyak biji gandum dan minyak kulit beras, juga mengandung antioksidan tinggi yang dapat menangkal radikal bebas.

Menurut Dr. Rachmi yang seorang ahli kulit dan aromaterapi ini, dalam dunia kecantikan, radikal bebas merupakan penyebab utama menurunnya kualitas kesehatan kulit seseorang. Radikal bebas merusak kulit dengan cara merusak lapisan membran di sekeliling sel lalu memecah jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga elastisitas kulit. Kerusakan pada lapisan penyangga kulit ini selanjutnya menimbulkan gangguan sirkulasi pada area kulit, sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke sel dan jaringan terhambat. Apabila proses ini berlangsung terus-menerus bisa menyebabkan penuaan dini, yang ditandai dengan munculnya kerutan pada kulit.

Radikal bebas dapat berasal dari lingkungan yang tercemar atau gaya hidup tak sehat.  Diantaranya berupa kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji, digoreng, dibakar, makanan yang dimasak dengan microwave dan makanan kaleng, kurang makan sayuran dan buah, merokok, dan minum alkohol.

Rupanya rahasia memiliki kulit yang sehat bukan pada produk kosmetik atau perawatan kulit berharga selangit, melainkan dengan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya, tubuh Anda sehat penampilan pun menawan. (end)

Note: versi penyuntingan dari tulisan ini dimuat dalam majalah Intisari edisi Juni 2011

Iklan

Satu pemikiran pada “Kulitmu Cermin Sehatmu

  1. Ping balik: Merawat Kulit dengan Essential Oil « Marun Rumah Aromaterapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s