Alon-Alon Asal Kelakon?

Pernah mendengar pepatah berikut ini? Alon-alon asal kelakon atau slowly but sure atau biar lambat asal selamat.

Inti pesannya adalah “tak apa berlambat-lambat asalkan mencapai tujuan.” Nah, kalau aku tipe orang yang menganut prinsip kebalikannya. Buatku, mengerjakan segala sesuatu dengan lebih cepat akan lebih baik.  Itu pula agaknya yang membuatku memilih pak JK ketimbang pak SBY dalam pilpres lalu.

Bertindak cepat bukan berarti grusa-grusu, segala sesuatunya tetap dengan perhitungan, cuma prinsipnya adalah menyegerakan apapun yang sudah bisa dilakukan dan tidak menundanya. Menunda pekerjaan sama halnya dengan menyimpan “beban” dalam pikiran. Sebab menunda berarti mengharuskanku untuk mengingat suatu pekerjaan yang harus  kukerjakan keesokan harinya. Sepertinya akan lebih baik bila slot pikiran itu digunakan untuk rencana pekerjaan baru daripada memenuhinya dengan daftar “to do list” akibat  menunda.

Lantas apa yang membuat orang suka menunda? Kalau dilihat dari permukaan saja kebiasaan menunda identik dengan kemalasan. Namun jika ditelaah lebih mendalam, berdasarkan buku yang kubaca, penyebab kebiasaan menunda itu ternyata lebih kompleks. Ia berhubungan dengan aspek psikologis seseorang yang ingin menghindari suatu konsekuensi yang ia “takuti”. Cuma untuk penjelasan komplitnya aku agak lupa. Mohon di-sorry 😉

Tak hanya soal bertindak, aku pun serba cepat dalam memutus dan membuang segala sesuatu yang menurutku tak bermanfaat. Mulai dari barang-barang, nomer telepon sampai hubungan percintaan.

Tapi kini aku belajar bahwa adakalanya kita perlu menunda sesuatu hingga waktu yang tepat, baik untuk bertindak maupun memutuskan sesuatu.

Namun agar tak keliru menggunakan resep ‘menunda lantaran menunggu waktu yang tepat’ dengan ‘menunda lantaran kemalasan atau ketakutan’ tipsnya  adalah pastikan selama masa menunda itu tidak ada waktu yang terbuang percuma. Selain daripada itu, jangan pernah menunda!

Use your time wisely

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s