Mr.Right or Prince Charming?

Tulisan ini bukan lantaran ketularan euforia pemberitaan pernikahan Anang-Ashanti loh, ataupun gara-gara sering denger lagu “Jodohku” punya mereka yang wara-wiri di televisi:)

Ini gara-gara terinspirasi dari obrolanku via whatsapp semalam suntuk bersama para sahabat. Kalau kami sudah ngumpul, selain tukar kabar soal pekerjaan, kesibukan dan gosip, ujung-ujungnya pasti nyangkut ke soal asmara dan jodoh hahaha…
Pasalnya, dari lima anggota “arisan” baru seorang yang menikah. Lainnya, ehm… masih sendiri:)

Semalam, sekitar enam jam kami ber-whatsapp ria. Isi obrolannya macam-macam, mulai dari agenda shopping, info sale dan diskon, pekerjaan, gosip artis termasuk jodoh. Urusan asmara dan jodoh ini biasanya memang jadi bahasan penutup, sekaligus jadi bahan rumpian yang paling makan waktu.

Seorang sahabat curhat soal teman dekatnya yang baik hati, dewasa, pengertian dan sederet sifat baik lainnya, masalahnya dia kurang sreg dengan tampilan fisiknya. Seorang sahabatku yang telah menikah lantas urun suara. Menurutnya pertimbangan memilih jodoh sebaiknya jangan melihat fisik. “Pada akhirnya, setelah usia 40 tahun kegantengan itu akan pudar. Kulitnya menjadi kusam, perut membuncit,” ujarnya.

Pada prinsipnya aku sangat setuju dengan pendapat ini. Tapi aku pun memahami perasaan sahabatku yang satunya, sebab aku pun dulu pernah begitu.

Hmmm… Aku jadi nyadar kayanya seleraku terhadap pria kini mulai berubah seiring pertambahan umur. Dulu, waktu masih muda… *Jiiaaaaahhh… emang sekarang udah berasa tua ya :D* Dulu, aku memilih pria idaman dari tampilan fisiknya. Tinggi, atletis (bukan berotot yaa), berwajah manis atau imut (ngga mesti ganteng) dan bersih. Bukan hanya soal fisik, tapi dia juga harus pintar, gaul dan baik hatinya.

Mendengar kisah sahabatku semalam, aku baru nyadar kalau selera pria idamanku kini sudah berubah. Kualitas yang dulu kuanggap penting sekarang ngga lagi jadi prioritas. Baru-baru ini aku pernah suka sekali pada seorang pria. Wajahnya biasa saja, usianya pun relatif ngga muda lagi, tapi karismanya kuat. Dia pintar, punya prinsip dan idealisme, sukses di bidangnya namun tetap rendah hati, ramah, kind & helpful juga pekerja keras. Dan rasa suka itu timbul dalam hitungan menit, karena ada hal yang aku kagumi dari dia.

So, preferensiku saat ini sepertinya bukan lagi Prince Charming layaknya pangeran tampan berkuda yang datang menjemput, tapi cukup Mr. Right, seseorang yang kukagumi dan bisa membuatku nyaman.

So, is there anyone? 🙂

Ini dua tulisanku lainnya seputar jodoh 🙂 Si Misterius dan Keisengan yang Bikin Dag Dig Dug

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s