My Hundred Million Dreams

pp nov9 Februari 2015,

Saya memantapkan hati kembali memulai penulisan sebuah novel. Ini naskah kedua yang saya tulis. Novel pertama batal terbit lantaran penerbitnya tutup. Too bad!

Pengalaman menulis novel memberi warna pada gaya penulisan saya, yang selama bertahun-tahun kadung terpatri dengan gaya penulisan jurnalistik yang lugas dan bernas. Saya bersyukur mengenal genre penulisan ini, sebab meski mempelajarinya luar biasa sulit lama kelamaan saya menyukainya. I think it’s cool! 🙂

Menulis novel ibarat berlayar di tengah samudera. Mengawalinya dengan bersemangat lalu mengalami kebosanan di beberapa titik, sesekali mengalami mabuk laut dan sedikit mual-mual, lantaran bolak-balik membaca materi yang sama, tapi menikmati keindahan dalam seluruh perjalanannya. Dan bagian yang paling membahagiakan adalah membayangkan tujuan akhir! Ya, ketika melihat novel yang saya tulis terpampang di etalase toko-toko buku.

Naskah novel yang kedua ini adalah salah satu mimpi terindah yang saya simpan dalam hati dan saya peluk erat-erat, tanpa pernah berniat melepaskannya sebelum menjadi kenyataan.

Doakan saya, ya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s