A Journal of “A Hundred Million Dreams”

pp novBermula pada 6 Februari 2015, memantapkan hati untuk menulis novel mengenai penyakit kanker (payudara). Misinya adalah membangun kesadaran publik terhadap penyakit tersebut dan menyebarluaskan informasi terkait gaya hidup sehat. Ini seperti projek sosial pribadi 🙂

Sepanjang perjalanan penulisan novel saya mendapatkan sejumlah insight terkait teknik-teknik penulisan, mood yang naik turun, writers block, pencerahan dsb. Semuanya saya tuliskan dalam bentuk jurnal.

Jadi proses penulisan novel ini saya ibaratkan seperti berlayar: Memulainya dengan bersemangat, mengalami mabuk laut dan mual-mual hingga rasanya ingin kembali saja, tapi menikmati keseluruhan prosesnya.

* Your passion is your fuel of life
Saya mencintai dunia penulisan dan kecintaan saya itu yang membuat saya terus bergerak, meski terkadang melambat, tapi saya nggak akan berhenti sebelum mencapai finish.

* Perencanaan yang baik adalah 50% keberhasilan
Ini adalah tahap dimana saya mengumpulkan referensi, melakukan riset dan membuat kerangka tulisan.

* 3 Kunci sukses adalah disiplin, disiplin, disiplin
Ini seperti memecut diri sendiri ketika rasa malas datang menyerang.

* Tak ada jalan menjadi ahli selain memperbanyak jam terbang. Cause practice makes perfect!
Saya adalah pemula dalam penulisan novel sehingga saya sering mengalami kendala mandeg menulis karena nggak tahu mau nulis apa karena ide yang macet. Tapi semakin sering saya menulis maka ide-ide terasa lebih mudah mengalir.

* Menulis  ibarat bernapas, harus ada yang dihirup sebelum bisa dikeluarkan. Maka membacalah!
Berhubung saya nggak suka membaca novel lalu bagaimana mungkin berharap bisa menulis novel? Walhasil saya pun memborong novel ke toko buku dan itu amat membantu mencairkan otak saya yang mampet.

* Early to bed, early to rise and prepare for the writing marathon.
Setelah break untuk mengisi amunisi dengan melahap sejumlah novel sekaligus maka saatnya mulai menulis!

*Let’s rock! 90 days coutdown.
Targetnya novel ini akan selesai dalam waktu 3 bulan.

*Berhentilah berlaku sebagai editor dan penulis pada saat bersamaan, jika tak ingin tulisanmu mandeg.
Kebiasaan saya yang kerap segera mengedit apa yang baru saja saya tulis membuat tulisan saya mandeg. Pasalnya ide terhambat karena pikiran dibuat fokus pada hal-hal teknis seperti struktur kalimat, tanda baca dsb.

*Pujian ibarat vitamin, kritik ibarat jamu. Keduanya sama penting untuk kualitas tulisanmu.
Meski selalu deg-degan tiap kali menunggu review dari para teman selaku kritikus naskah namun saya bersyukur atas setiap kritikan mereka karena dengan begitu naskah saya menjadi lebih baik, sedangkan pujian bisa memompa semangat untuk tetap menulis.

*Cara bertutur mengalir, karakter tokoh yang unik dan konflik merupakan 3 poin utama menulis novel yang menarik.
Dan ketiganya sekaligus merupakan bagian yang paling sulit.

*Just finished first sub stage. 20 pages done and hundred pages to go. Semangat!
Rasanya lega ketika bisa mencapai titik perhentian pertama ini. Lalu sejenak menghimpun kembali tenaga untuk melanjutkan perjalanan yang masih begitu panjang.

*Jika ide mandeg, mungkin saatnya untuk berhenti menulis sejenak dan membaca.
Saya mengalami writer block! Berjam-jam duduk di depan lapto namun tak menghasilkan tulisan yang memuaskan. Dipaksa pun tetap nggak bisa. Maka saya putuskan break menulis lalu membaca.

*Bagian tersulit adalah (memaksa diri) duduk dan mulai menulis. 84 days countdown.

*Tips pertama cara menulis novel: Duduk dan menulislah!

*Hari ini harus ngebut bikin satu chapter!

*Woops the day is running so fast!

*Mari membaca dan melahap lebih banyak novel.

*Writing in fever is sucks! But surprisingly many idea came across my head!

*Ingat, menulislah, bukan menulis sambil mengedit!

*Medium speed aja, yang penting ada progress.

*To pursue your dream you need to be persistent. Keep your spirit high and never give up!

*To keep my mind busy, to feel alive, to contribute, therefore I write.

*Focus persistence and reach for greatness!

*There’s n other mantra for greatness but practice, practice and practice. 10.000 hours of practice can turn you into a genius!

*Layaknya menyulam perlu kesabaran dalam menggarap detil. Memikirkan ornamen, warna dan rasa untuk menghasilkan sebuah masterpiece.

*Narrative writing is such an art! Lucky me to know this genre 🙂

*Whether you think you can or you think you can’t, you’re right.

*Megawalinya dengan bersemangat lalu mengalami kebosanan di beberapa titik, namun menikmati keindan seluruh perjalanannya.

*Huhuhu… Banyak mangkirnya. Harus pakai sistem countdown lagi nih! 22 days left.

*Dear God give me a longer life to see my 5 dreams come true. Amin.

*Business calling. Gotta break for a couple of days. Be back soon!

*Di 22.000 kata mulai mengalami bahan bakar dan mengalami kejenuhan 😦

*My spirit booster mantra: “Wether you think you can or can’t, you’re right.” Henry Ford quote.

*Dear mood and creativity where are you?

*Yippieeee…. My mood is coming back! Let’s hit the road!

*I don’t mind walking extra miles for a masterpiece!

*Professional stick to schedule, amateurs let life get in the way.

*If you want to make a masterpiece, you have to be willing to create a little garbage along the way.

*Wusssshh… Konsisten ngebut demi deadline. May Allah be with me always.

*Forget about setting goal but focus on system instead. No wonder I often feel overwhelmed.

*My system: 4.30 am – 8.30 am morning writing, except holiday.

*I am a morning person!

*Berkisah itu ngak perlu mikirin titik koma, blassss aja tulis apa yang dirasakan. Ternyata feelnya malah dapat lho!

*Komit pada sistem 4 days morning writing itu susyeee ternyata :p

*Novel ini adalah salah satu mimpi terindah yang saya simpan dalam hati dan saya peluk erat, tanpa pernah berniat melepaskannya.

*5 days left. Dan sepertinya akan mundur dari deadline. Semoga cuma dikit aja mundurnya.

*Kelar urusan una-ini, lanjut nulis lagi. Huffffft…. Semoga bahan bakarnya bisa cukup sampai finish.

*Getting closer to the ending but still dunno what to write 😦

*May 30th, finally rech 30 thousands words. Yeay!

*Nulis bersus kerja yang berujung kecelakaan krja di malam hari. Huaaa…..

*Injury time nearly finished and (Insyaallah) get published. Amin.

*Counting days to finish my writing and ready to getback to daily business.

*Sedang memikirkan ending yang pas.

*It’s about startng when you feel like stopping, not because you want to wotk more, but because your goal is important enough to you.

*Bagian tersulit adalah berimajinasi untuk menciptakan scene, membangun suasana dan memperkuat konflik. Cause I am a fact addict 😉

*Bagian tersulit lainnya menyeret diri ke depan laptop kemudian engikat diri di sana, setidaknya 1 jam saja.

*Porsi nulis: porsi leyeh-leyeh = 30 : 70. Ga beres nih! 😀

*Stuck di 33.000 kata. Paused. Rehat. Bobo cantik dulu.

*Jadi saraf objektif-faktual saya bekerja baik di pagi hari, sedangkan saraf imajinasi-kreasi saya berfungsi lebih baik di malam hari.

*Practice was significantly more important than natural talent. Be a genius with 10.000 hours of practice. Gladwell quote.

*The voice can only comunicate what eyes see, and the greatest tools you posses as a writer are your eyes.

*Ya Allah turunkah ide-ide brilian ke dalam pikiranku. Please yaa…. tinggal dua chapter lagi ini.

*Ngebuuuuut ah….. 1 chapther lagi!

*Konfirm kalau saraf objektif-faktual saya bekerja baik di pagi hari, sedangkan saraf imajinasi-kreasi saya berfungsi lebih baik di malam hari. Terpasa begadang deh 😦

*Working on the last chapter at the hospital. Such a coincidence to finish where it all was started.

*Seperti berlayar, memulai dengan bersemangat, mabuk laut di pertengahn dan rasanya ingin pulang saja, hingga akhirnya berhasil melihat daratan.

*Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sabar artinya bertahan menjalani semua prosesnya daidak berhenti sampai mencapai hasil.

*Gagal mencapai daratan gara-gara business distraction.

*My first day of writing after long break and supposed to be the last day for the wrap up. Fokus!

*Yeay! It’s a wrap! June 9th 2015. 11.25 pm. First rough draft done!

*Self editing and I cried a lot.

*June 16th. 7 pm. Finished. checked. 202 pges. 36.232 words. Alhamdulillah.

*Revisi. Revisi. Revisi.

*Saya suka menulis tapi dorongan terbesar yang membuat saya menulis adalah keinginan menyebarluaskan informasi yang penting dan bermanfaat.

*Mission has got to be accomplished and I’d do anything to make it happen. Bismillah.

*Menulis naskah panjang itu semakin sering dibaca semin keliatan ancurnya. Nangis kejer.

*26.12.15. A half way to go. Semangat!

*Mengaktifkan dam mengasah neuron-neuron kreatifitas dan linguistik.

*There’s no other way to be agood writer except writing, writing and writing.

*Editing, retouch and finishing. Du du du….

*It’s best to get your hardest and most important tasks done at the beginning of the day. That’s why I usually write early in the morning.

*07.01.16. 9.45 PM. Working on the 3rd revision and still keep going.

*Mata kaya mau mencelot keluar, kepala berdenyut-denyut dan sedikit demam. Efek menulis marathon, shubuh, pagi, siang dan malam.

*(Beneran) final. 09.01.16. 2.14 PM.

And now is still waiting for the good news. Wish me luck!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s