It Just Feels Like a Broken Hearted

Patah hati itu bisa karena dua hal, diputusin atau mutusin. Yang paling berat kadar kesakitannya pasti yang diputusin. Saya belum pernah merasakan yang jenis ini. Jadi kalau ada yang bilang patah hati itu sakitnya luar biasa, terus terang saya kurang paham. Bukan karena saya ngga pernah patah hati tapi karena saya belum pernah diputusin. Ini lantaran sifat saya yang impulsif dan lumayan emosional sehingga setiap kali berkonflik dengan pasangan selalu saya yang minta putus.

Tapi jangan salah, urusan putus-memutus juga bikin sakit, lho. Sakit banget malah! Saya pernah mengalami syndrome itu. Sedih dan melow berkepanjangan. Itu terjadi waktu saya mutusin cinta pertama saya. Alasannya karena saya ngga ingin menyakiti hatinya untuk kesekian kalinya.

*Ceile, masa sih?

Ini serius, lho! Soalnya dulu saya adalah tipe kekasih yang sulit bin rumit. Lelaki yang bisa bertahan hanya mereka yang punya kesabaran segunung. Jadi waktu itu, ketika kami lagi-lagi bertengkar hebat, saya pun memutuskan mengakhiri semuanya. Saya masih ingat bagaimana dulu air mata saya kerap meleleh, di kopaja ketika hendak berangkat ke kantor atau  saat malam menjelang tidur, pasca putusnya hubungan kami. Hiks!

Dipikir-pikir kalau mutusin aja sakitnya begitu bagaimana kalau diputusin, ya?

Sekarang saya tahu  rasanya. Dunia serasa hampa dan seperti ngga ada semangat hidup. Lebay? Ehm… Dulu, saya kerap berpikiran begitu pada orang-orang yang patah hati. Ngga nyangka sekarang kena batunya 🙈🙊🙈. Belum lagi episode nangis-nangisan selama berhari-hari. Aduh, sama sekali ngga kebayang kalau saya bisa patah hati sampai segininya, ih!

Eh, tapi sebenarnya saya bukan habis diputusin sih, cuma berasa kaya habis diputusin doang 😜

*Huaaaa…  timpuk tomat, lempar bantal!

Hanya saja kami memang dekat secara emosional, meski tanpa status dan ikatan. Cuma belakangan, saya merasa dia mulai menjaga jarak dan menjauhi saya. Sepertinya dia  memutuskan untuk  mengakhiri hubungan kami. Hiks… hiks…

Well, kalau “diputusin” sama yang bukan pasangan aja sakitnya sudah mengharu-biru begini, bagaimana kalau diputusin sama pasangan beneran, ya? Amit-amit… Jangan sampai ngalamin, deh 😨

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s