My Hundred Million Dreams

pp nov9 Februari 2015,

Saya memantapkan hati kembali memulai penulisan sebuah novel. Ini naskah kedua yang saya tulis. Novel pertama batal terbit lantaran penerbitnya tutup. Too bad!

Pengalaman menulis novel memberi warna pada gaya penulisan saya, yang selama bertahun-tahun kadung terpatri dengan gaya penulisan jurnalistik yang lugas dan bernas. Saya bersyukur mengenal genre penulisan ini, sebab meski mempelajarinya luar biasa sulit lama kelamaan saya menyukainya. I think it’s cool! 🙂

Menulis novel ibarat berlayar di tengah samudera. Mengawalinya dengan bersemangat lalu mengalami kebosanan di beberapa titik, sesekali mengalami mabuk laut dan sedikit mual-mual, lantaran bolak-balik membaca materi yang sama, tapi menikmati keindahan dalam seluruh perjalanannya. Dan bagian yang paling membahagiakan adalah membayangkan tujuan akhir! Ya, ketika melihat novel yang saya tulis terpampang di etalase toko-toko buku.

Naskah novel yang kedua ini adalah salah satu mimpi terindah yang saya simpan dalam hati dan saya peluk erat-erat, tanpa pernah berniat melepaskannya sebelum menjadi kenyataan.

Doakan saya, ya!

Menguatkan Otot Kemauan

Beruntungnya aku, sering dapat buku bagus gratisan! Baik berupa pemberian atau pinjaman 😉

Salah satu buku gratisan yang baru-baru ini aku baca berjudul WILLPOWER, karangan seorang psikolog bernama F. Baumeister. Buku tentang pengembangan diri ini tidak bergaya memotivasi apalagi menceramahi, tetapi menyuguhkan serangkaian penelitian teruji yang melandasi asumsi dan argumen si penulis. Menarik!

Awalnya lantaran pekerjaan, aku ditugasi membuat cukilan buku tersebut untuk kolom di majalah Intisari. Tapi sebelum sampai ke pembaca, justru aku sendiri yang keduluan ambil untung 😀

Buku ini bercerita bagaimana faktor willpower (kemauan) sangat berperan dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Ia ibarat otot yang dapat diperkuat dengan melakukan latihan-latihan secara kontinu. Cara mudahnya dimulai dari kegiatan harian yang mewajibkan kita untuk mendisiplinkan diri. Semakin berat godaan dan tantangannya maka semakin besar pula willpower yang dihasilkan. Baca lebih lanjut

Untukku yang Sedang Berlatih Bersabar

A letter from mom and dad

…My child,

When I get old I hope you understand and have patience with me
In case I break a plate or spill soup on the table, because I’m losing my eyesight
I hope you don’t yell at me
Older people are sensitive… Always having self pity when you yell

Barisan kata-kata indah itu mengalir bersama alunan musik piano nan syahdu, dalam sebuah video yang dikirim seorang teman melalui jejaring facebook. Lambat-lambat, muncul wajah seorang wanita renta yang kontan mengingatkanku pada sosok ibu. Alhasil, semuanya itu sukses membuatku tersedu. Awalnya hanya dibuat berkaca-kaca, namun ketika terus membaca kalimat demi kalimat lanjutannya… Huhuhu… ngga kuaaat!! Baca lebih lanjut

A Journey to Curug Cibadak yang Mencerahkan

Suatu hari di bulan Desember 2010, aku dan dua sahabatku, Mutia dan Desi, mengadakan perjalanan ke kawasan Gunung Halimun, di kaki Gunung Salak, Jawa Barat. Niatnya mau melihat suaka elang disana. Selain liburan, aku punya misi membuat liputan feature untuk kantorku, sedangkan Mutia dan Desi murni untuk senang-senang. Membaca informasinya di sebuah majalah wisata Bogor, aku membayangkan perjalanan ini akan mudah saja. Menurut majalah itu, untuk sampai kesana hanya butuh waktu 30 menit berjalan kaki dari pintu masuk. Sip! Baca lebih lanjut